
Pengertian Wirausaha
Secara
sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani
mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa mengambil
risiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa
takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. Kegiatan wirausaha dapat
dilakukan seorang diri atau berkelompok. Seorang wirausahawan dalam pikirannya
selalu berusaha mencari, memanfaatkan, serta menciptakan peluang usaha yang
dapat memberikan keuntungan.
Seorang wirausahawan harus memiliki kemampuan yang kreatif
dan inovatif dalam menemukan dan menciptakan berbagai ide. Setiap pemikiran
wirausahawan adalah bisnis. Bahkan, mimpi seorang pebisnis sudah merupakan ide
untuk berkreasi dalam menemukan dan menciptakan bisnis-bisnis baru.
Jadi,
untuk berwirausaha dapat dilakukan dengan cara :
1.
Memiliki modal sekaligus menjadi pengelola
2.
Menyetor modal dan pengelolaan ditangani oleh
pihak mitra
3.
Hanya menyerahkan tenaga namun dikonversikan ke
dalam bentuk saham sebagai bukti kepemilikan usaha.
Etika Wirausaha
Pengertian
etika adalah tata cara berhubungan dengan manusia lainnya. Tata cara pada
masing-masing masyarakat berbeda, dikarenakan setiap daerah memiliki kebudayaan
yang beragam. Dilihat dari sejarahnya kata etika berasal dari bahasa Perancis
(etiquette), yang berarti kartu undangan. Pada saat itu raja-raja Perancis
sering mengundang para tamu dengan menggunakan kartu undangan. Dalam undangan
tersebut tercantum persyaratan untuk menghadiri acara, antara alin waktu acara
dan pakaian yang harus dipakai. Dalam arti luas, etika sering diartikan sebagai
tindakan mengatur tingkah laku atau perilaku manusia dengan masyarakat.
Oleh
karena itu, dalam etika berwirausaha perlu ada ketentuan yang mengaturnya.
Adapaun ketentuan yang diatur dalam etika wirausaha secara umum adalah sebagai
berikut.
1.
Sikap dan perilaku seorang pengusaha harus
mengikuti norma yang berlaku dalam suatu negara atau masyarakat.
2.
Penampilan yang ditunjukan seorang pengusaha
harus selalu apik, sopan, terutama dalam menghadapi situasi atau acara-acara
tertentu.
3.
Cara berpakaian seorang pengusaha harus sopan
dan sesuai dengan tempat dan waktu yang berlaku.
4.
Cara berbicara seorang pengusaha juga
merncerminkan usahanya, sopan, penuh tata krama, tidak menyinggung atau mencela
orang lain.
5.
Gerak-gerik perilaku pengusaha juga dapat
menyenangkan orang lain, hindarkan gerak-gerik yang dapat mencurigakan.
Kemudian, etika atau norma yang
harus ada dalam benak dan jiwa setiap pengusaha adalah sebagai berikut.
1.
Kejujuran
Tanpa kejujuran, usaha tidak akan maju dan
tidak dipercaya konsumen atau mitra kerjanya
2.
Bertanggung jawab
Tanggung jawab tidak hanya terbatas pada
kewajiban, tetapi juga kepada seluruh karyawannya, masyarakat, dan pemerintah.
3.
Menepati janji
Sekali seorang pengusaha ingkar janji,
hilanglah kepercayaan pihak lain terhadapnya.
4.
Disiplin
Pengusaha dituntut untuk selalu disiplin
dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan usahanya, misalnya dalam
melakukan pembayaran atau pelaporan kegiatan usahanya.
5.
Taat hukum
Pengusaha harus selalu patuh dan menaati
hukum yang berlaku yang berlaku baik yang berkitan dengan masyarakat ataupun
pemerintah.
6.
Suka membantu
Pengusaha secara moral harus sanggup
membantu berbagai pihak yang memerlukan
bantuan. Sikap ringan tangan ini dapat ditunjukkan kepada masyarakat dalam
berbagai cara.
7.
Komitmen dan menghormati
Pengusaha harus komitmen dengan apa yang
mereka jalankan dan menghargai komitmen dengan pihak-pihak lain.
8.
Mengejar prestasi
Pengusaha yang sukses harus selalu berusaha
mengejar prestasi setinggi mungkin. Tujuannya agar perusahaan dapat terus
bertahan dari waktu ke waktu.
source : Buku Kewirausahaan karya Dr. Kasmir, SE., M.M. koleksi perpustakaan UNY
Kewirausahaan
Reviewed by Unknown
on
08.25
Rating:
Tidak ada komentar: